Peluang Usaha Budidaya Lele dengan Analisa SWOT

Peluang Usaha Budidaya Lele dengan Analisa SWOT. Kita sudah membahas mengenai usaha sampingan budidaya lele, manfaat lele bagi kesehatan serta bagaimana cara membuat pakan lele sendiri. Akan tetapi hal tersebut masih belum cukup untuk meyakinkan kita untuk mulai menjalankan peluang usaha budidaya lele. Dibutuhkan sebuah perhitungan matang sebelum kita melangkah agar investasi yang dikeluarkan tidak sia-sia.

Sebuah peluang usaha tidak boleh diambil hanya berdasarkan angka-angka perkiraan. Hanya melihat kesuksesan orang lain. Sebuah analisa peluang serta rencana usaha matang harus disiapkan guna menghadapi segala kemungkinan.

Analisa SWOT budidaya lele

Analisa SWOT budidaya lele

Analisa SWOT adalah sebuah kerangka perencanaan dasar dalam membangun bisnis. SWOT adalah singkatan dari Strength, Weaknesses, Opportunities, and Treats. Dengan analisa ini kita mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan atau peluang, serta ancaman yang bisa mempengaruhi bisnis.

Pada analisa peluang usaha budidaya, analisa SWOT bisa dijabarkan sebagai berikut :

Strength (Kekuatan)

Untuk menjalankan peluang usaha seberapa besar kekuatan anda miliki misalnya keberadaan tempat, modal, serta sumber daya. Sebelum memulai peluang usaha budidaya pastikan untuk melakukan invetarisasi segala kekuatan serta seberapa besar dia akan dapat dimanfaatkan.

Weaknesses (Kelemahan)

Apa kelemahan kita dalam peluang bisnis ini. Bila anda pemula kelemahan paling utama mungkin adalah kemampuan mengelola, kemampuan perawatan, kemampuan menjual hasil, serta kelemahan lainnya. Berangkat dari daftar kelemahan tersebut anda bisa merencanakan cara dan berapa lama akan menyelesaikannya.

Sebagai contoh, bila kita belum menguasai cara membuat kolam terpal plastik budidaya, maka rencanakanlah bagaimana mempelajarinya. Apakah dengan kursus atau belajar dari orang lain. Lalu hitung berapa biaya serta waktunya.

Opportunities (peluang)

Apa peluang yang membuat usaha budidaya ini akan menjadi sukses. Dalam hal peluang usaha budidaya, diantara beberapa peluangnya adalah : ikan sudah dikenal, dikonsumsi banyak orang sehingga pasarnya mudah juga luas.

Baca Juga :   Cara Sukses Peluang Usaha “Budidaya Lele” Menggunakan Kolam Plastik

Treats (ancaman)

Buatlah daftar ancaman yang bisa mengganggu bisnis anda. Misalnya : harga pakan tidak stabil serta banyaknya pesaing usaha.

Setelah semua “analisa SWOT peluang usaha budidaya lele” dilakukan dan anda semakin mantap untuk menjalankan bisnis ini, maka tahap selanjutnya adalah mengembangkan setiap hasil analisa peluang usaha menjadi angka-angka.

Salah contoh dalam analisa peluang usaha budidaya ikan adalah perhitungan biaya sebagaimana yang kami ilustrasikan berikut ini :

Analisa biaya peluang usaha budidaya ikan lele

Mohon diperhatikan bahwa angka-angka pada ilustrasi ini adalah angka asumsi. Bagi sobat yang ingin menjalan bisnis budidaya ini sebaiknya mencari informasi lebih akurat sesuai kondisi pasar saat memulai usaha.

  • Asumsi kita akan memelihara 10.000 ekor ikan. Dengan harga benih Rp. 200 per ekor maka dibutuhkan biaya sebesar Rp. 2.000.000,-
  • Waktu pemeliharaan sejak penyebaran benih sampai panen adalah 3 bulan.
  • Asumsi lele akan dipanen saat beratnya mencapai 8 ekor per kilo.
  • Asumsi 20% lele tersortir atau mati sehingga diharapkan akan didapat berat saat panen sebanyak +/- 1,000 kilo.
  • Biasanya, untuk menghasilkan berat 1 kilo lele, dibutuhkan 1.2 kilo pakan selama masa pemeliharaan sehingga dibutuhkan 1.5 ton pakan.
  • Asumsi dari target 1 ton saat panen akan susut sebanyak 20% sehingga kita hanya bisa mendapatkan 800 kilo ikan untuk dijual.
  • Asumsi pakan ikan lele dibuat sendiri sehingga biaya bisa ditekan hingga Rp. 8.000,- per kilo sehingga dibutuhkan biaya sebesar Rp. 8.000,- x 1.2 ton pakan = Rp. 9.600.000,-

Pendapatan Pemasukan Usaha Budidaya

Dari asumsi-asumsi tersebut, didapat perhitungan sebagai berikut :

  • Biaya pembelian benih lele Rp. 2.000.000,-
  • Biaya pakan ikan lele Rp. 9.600.000,-
  • Biaya obat dan vitamin Rp. 500.000,-
  • Sehingga total biaya tetap adalah sebesar Rp. 12.100.000,-
Baca Juga :   Cara Membedakan Sarang Burung Walet Asli Dengan Sarang Palsu

Selain biaya tersebut akan muncul biaya perawatan serta biaya tak terduga sifatnya variabel. Dengan asumsi biaya variabel selama 3 bulan tersebut adalah sebesar Rp. 2.000.000,- maka total biaya dibutuhkan adalah sebesar Rp. 14.100.000,-

Jika asumsi harga jual lele per kilo sebesar Rp. 24.000,- maka akan didapat nilai penjualan sebesar Rp. 19.200.000,-

Keuntungan didapat dari peluang usaha ini adalah Rp. 19.200.000,- dikurang Rp. 14.100.000,- atau sebesar Rp. 5.100.000,-

Sekali lagi angka-angka diatas adalah asumsi. Kalau menggunakan pakan buatan pabrik bisa mencapai harga 10 – 20 ribu per kilo tergantung merek dan kualitas. Kemudian asumsi angka kehilangan dipasang sangat tinggi yaitu 20% saat penyortiran dan 20% saat pemeliharaan. Dalam kondisi normal, petani berpengalaman tidak akan kehilangan ikan sebanyak itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *